Skip to main content

7 Film Tentang Trader Dan Investasi Finansial


Anda sedang jenuh bertrading forex atau trading saham? Tak ada salahnya rehat sejenak dan mencari inspirasi dengan cara menonton film tentang trading forex, saham, atau film-film yang berkaitan dengan perusahaan finansial dan ekonomi. Jangan salah, tidak sedikitlho film berkualitas tentang kehidupan seorang trader yang berhasil menjadi nominasi di ajang penghargaan perfilman bergengsi dunia. Daripada penasaran, mari simak beberapa referensi judul film yang bisa menjadi pencerahan bagi Anda para trader forex yang sedang belajar maupun sedang bosan.
film

1. Inside Job (2010)

Film ini terbilang sebagai film yang fenomenal tentang krisis keuangan dan tentunya sudah banyak direkomendasikan. Inside Job memenangi piala Oscar untuk kategori Best Documentary Feature di tahun 2011. Dibintangi Matt Damon, Inside Job berhasil menceritakan kembali bagaimana situasi negara adidaya, Amerika Serikat, saat diterjang krisis keuangan global di tahun 2008 dan membongkar konspirasi dan pengkhianatan yang merupakan penyebab krisis.

Film ini menampilkan bagaimana chaos-nya transaksi keuangan di Wall Street pada saat itu dengan grafik dan animasi yang cukup menarik. Inside Job akan membuka pengetahuan para trader seperti kita tentang bagaimana korelasi antara derivatives dengan collateralized debt obligation (CDO) melalui wawancara dengan para politisi, wartawan, serta para pentolan industri keuangan.

2. Wall Street 1 (1987) dan Wall Street 2 (2010)

Dalam film pertama pada tahun 1987, Wall Street berkisah tentang seorang pialang saham muda tak sabaran, arogan, dan serakah, Gordon Gekko (Michael Douglas), yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan dan posisi tinggi. Akibatnya, Gekko pun harus mendekam di penjara selama empat tahun karena tersangkut kasus bertrading secara ilegal dengan bantuan informasi dari insider di perusahaannya. Segala yang dimiliki Gekko pun akhirnya hilang karir dan keluarganya berantakan sejak dia di penjara.
(Baca juga: Perbedaan Forex dan Saham)

Nah, dalam sekuelnya, Wall Street mengisahkan kehidupan Gekko setelah keluar dari hotel prodeo. Winnie (Carey Mulligan), putri Gekko, membenci ayahnya karena menganggap ayahnyalah yang menjadi penyebab kematian saudaranya atas masalah keserakahan dulu.

Meskipun kepribadiannya sudah lebih bijak dan lembut setelah keluar dari penjara, Douglas yang kembali dipilih memerankan Gekko, berhasil mempertahankan karakter Gekko yang kuat meski mentransisi keserakahan menjadi keagresifan yang lebih positif. Di Wall Street 2, Gekko diceritakan bertemu dengan seorang pialang saham muda, Jacob Moore (Shia LaBeouf) yang ternyata merupakan kekasih Winnie.

Moore sedang mencari tahu siapa dalang dibalik kematian gurunya yang berjasa dalam karirnya di Wall Street. Gekko dan Moore pun akhirnya menjalin kesepakatan. Gekko membantu Moore untuk mendapat informasi tersebut, sedangkan Moore membantu Gekko untuk memperbaiki hubungan ayah-anaknya dengan Winnie.

3. The Big Short (2015)

Film ini adalah film bergenre drama terbaru tentang krisis keuangan 2007-2009 yang baru saja dirilis pada Desember 2015 lalu. Meski sama-sama menceritakan kondisi dunia saat krisis finansial, The Big Short berbeda dari Inside Job karena The Big Short bertabur aktor-aktor kawakan Hollywood dan dikemas secara ringan dan disisipi guyonan-guyonan cerdas meski membuat penontonnya tetap harus berpikir.
Selain itu, The Big Short lebih menyoroti permasalahan krisis finansial yang diakibatkan oleh kredit macet perumahan. Dikisahkan, investasi properti pada sekitaran 2007 masih dianggap sebagai investasi yang paling menjanjikan dengan kenaikan nilai dari tahun ke tahun.
Semua investor berbondong-bondong menanamkan uangnya ke sektor ini karena termakan omongan spekulan pada umumnya. Namun Michael Burry (Christian Bale), memiliki pandangan yang berbeda dengan spekulan pada umumnya. Burry yang berprofesi sebagai manager hedge fund ini memprediksi bahwa suatu saat, sektor properti akan rubuh dan mengakibatkan krisis.

Orang-orang sulit mempercayai prediksi Burry tersebut, sehingga Burry tertantang untuk bertaruh meminta para bankir membuatkan platform pertaruhan khusus untuk sektor properti KPR. Jika harga properti ternyata tak goyah, Burry kalah dan harus memberikan uang pada peserta taruhan itu, sebaliknya jika prediksi Burry terbukti, ia akan kaya raya.

4. Boiler Room (2000)

Film Boiler Room ini mengisahkan tentang mahasiswa yang di drop out dari kampusnya sehingga ia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan investasi di pinggiran kota. Posisi mereka adalah sebagai pialang saham dengan segala targetnya. Kegigihan para mantan Mahasiswa tersebut pun membuahkan hasil.

Mereka pun menjadi kaya raya, namun sayangnya, mereka tak kuat iman sehingga terjerat masalah akibat keserakahan. Hampir sama seperti Wall Street versi 1987, keserakahan itu membawa sengsara. Tokoh utama Boiler Room yang dibintangi oleh Ben Affleck dan Vin Diesel. Ada pula yang membandingkan Boiler Room dengan Wolf of Wall Street yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio. Bedanya, Wall of Wall Street terbilang lebih rusuh dan kasar.

Dari film ini, penonton juga bisa memetik pelajaran tentang strategi penjualan dan mengetahui secara jelas apa yang harus dikatakan kepada seseorang yang menawarkan peluang investasi besar kepada Anda. Tindakan-tindakan penipuan dalam film ini masih terjadi di dunia nyata hingga saat ini. Sehingga cocok untuk Anda yang kesehariannya berprofesi sebagai salesman atau berminat pada aktivitas investasi yang besar.

5. Margin Call (2011)

Untuk trader forex, judul film ini mungkin terdengar mengerikan, Margin Call. Film ini mengisahkan tentang apa yang terjadi di sebuah perusahaan besar pada masa-masa awal krisis keuangan 2007-2008. Film ini bertempo lambat, jadi ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu isu-isu yang muncul pada masa krisis tersebut.
J.C. Chandor, sutradara film ini, berhasil mengajak penontonnya untuk melihat metafora jatuhnya sebuah bank investasi. Ketika para analis-analis muda menemukan adanya masalah dengan perusahaan keuangan, para pekerja senior menghabiskan waktu sekitar 36 jam untuk menentukan masa depan perusahaan mereka.

Uniknya, sutradara film ini adalah putra dari seorang eksekutif di Merril Lynch , sehingga ia mampu dengan cekatan mengeksplorasi dilema etika dan moral yang dihadapi oleh masing-masing karakter untuk menghadapi sang CEO perusahaan yang karismatik namun menyeramkan. Usaha Chandor didukung oleh aktor dan aktris ternama termasuk Jeremy Irons, Kevin Spacey, Stanley Tucci and Paul Bettany.

6. The Pursuit of Happyness (2006)

The Pursuit of Happyness ini cocok bagi Anda yang tengah dilanda masalah finansial. Cocok untuk melipur lara setelah dilanda loss. Diangkat dari kisah nyata seorang pialang saham ternama, Chris Gardner (Will Smith) yang mengawali karirnya di bidang saham secara tidak diniatkan. Bermula dari menjual alat-alat kedokteran untuk memindai tulang yang suit sekali laku, Chris menemui banyak masalah. Ia telah menghabiskan semua modalnya untuk memborong alat pemindai tulang tersebut, namun tak menyangka penjualannya akan sulit sekali, berkali-kali ia ditolak oleh rumah sakit sehingga mengalami krisis keuangan keluarga.

Meski demikian, pada dasarnya Chris adalah sosok yang gigih dan pantang menyerah. Ia tetap optimis pemindai tulangnya akan laku, sedangkan istrinya sudah tak tahan hidup serba kekurangan pun pergi meninggalkan Chris dan anaknya. Chris sangat menyayangi anaknya, sehingga ia pun terus berjuang mencari pembeli pemindai tulang itu. Berpindah-pindah kontrakan, berebut tidur di penampungan, sampai dengan tidur di toilet stasiun pernah dilakoninya.

Perkenalannya dengan seorang pialang saham sukses mengubah segalanya. Ia pun diterima magang tanpa dibayar di sebuah broker saham dengan syarat harus bisa mengumpulkan klien terbanyak untuk bisa lolos menjadi pegawai tetap. Chris terus berjuang meski sempat mengalami tindak diskriminasi dalam perusahaan itu. Ketekunan, kegigihan, dan kepribadian yang menyenangkan dari Chris Gardner membuahkan hasil. Ia sukses menjadi pegawai tetap di perusahaan itu, dan kemudian sukses mendirikan broker sendiri.

7. Too Big To Fail (2011)


Krisis ekonomi Amerika Serikat tahun 2008 sepertinya memang membuka banyak sekali inspirasi film. Satu lagi adalah Too Big To Fail. Dalam film ini, kinerja Menteri Keuangan AS kala itu, Henry Paulson, menjadi sorotan publik karena krisis berasal dari kredit perumahan yang mangkrak, hampir mirip dengan gagasan yang diusung oleh The Big Short.

Di tahun itu, perusahaan-perusahaan finansial besar bertumbangan, termasuk Lehman Brothers. Padahal sebelumnya, perusahaan-perusahaan tersebut yakin bahwa mereka terlalu besar untuk sampai bangkrut (too big too fail). Tanggung jawab Paulson begitu besar dituntut untuk menyelesaikan masalah ini. Ia pun berinisiatif untuk berembug dengan CEO raksasa-raksasa finansial seperti Merril Lynch, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JP Morgan Chase untuk mengentaskan Amerika dari krisis.

Sang Menteri Keuangan pun menyusun program untuk menyelamatkan perusahaan pemberi pinjaman hipotek terbesar di Amerika, yakni program Hope Now Alliance untuk menyelamatkan Fannie Mae & Fredie Mac. Sayangnya, krisis ini ternyata sudah merambat kemana-mana termasuk ke Wall Street. Paulson menerima masukan dari Presiden The Fed untuk wilayah New York untuk memerger bank-bank investasi yang dilanda krisis. Program itu merupakan dilema karena di satu sisi sukses menyetabilkan bank tapi justru menambah pengangguran. Film arahan sutradara Curtis Hanson ini merupakan film thriller ekonomi karena menggambarkan betapa gentingnya situasi saat itu.

Comments

Popular posts from this blog

The Art Of Trading Ala Sun Tzu

Sekitar 250 tahun yang lalu, Sun Tzu, seorang jendral besar, master strategi dan taktik perang dari China menulis filosofi perangnya dalam suatu tulisan yang berjudul “The Art of War”. Di dalamnya berisi prinsip-prinsip simpel namun sangat vital untuk memenangkan suatu perang. Mungkin bila saat itu Sun Tzu terlahir sebagai trader, dia akan menjadi seorang trader yang hebat. Dewasa ini, para veteran trader di Wall Street menggunakan teknik filosofi perang Sun Tzu untuk menghasilkan profit dalam berinvestasi forex dan komoditi. The Art of Trading Dalam suatu chapter dari tulisan “the Art of War” ada suatu prinsip yang disorot dan diinterpretasikan oleh kalangan trader di Wall Street untuk digunakan sebagai prinsip vital dalam forex trading, index trading ataupun komoditas gold trading dan oil trading. Berikut adalah interpretasi strategi Sun Tzu yang diterapkan menjadi suatu prinsip trading : I am the general, commander of my forces. As general, I am responsible for understand...

Trik Touch Volatilitas 25

Buka Tradingview V 25 TF 15 ,5M & 1M khusus TF 1M pasang Indi BB20=untuk mengetahui seberapa besar volume market yg sedang berlangsung. Jika BB cenderung melebar dan chandle terbentuk berbadan panjang2 berarti volume pasar sedang tinggi ini saat terbaik kita melakukan Entry, perhatikan TF 15M dan TF 5M sebaiknya cari diantara ke 3 TF tersebut yg searah (Candle warna dan pola trend sama), jika candle hijau kita OP touch barier +0.1 dan bila merah OP -0.1. Durasi 5M lebih aman kita bisa melakukan SAM ketika Arah prediksi tdk sesuai harapan.

Support Dan Resistance ( Forex & Binary )

Memahami Titik Support Dan Resistance Suatu konsep mengenai titik support dan resistance tidak bisa disangkal telah menjadi hal yang paling banyak dibahas dalam metode teknikal analisis. Teori resebut tak pelak menjadi subyek dasar yang perlu diketahui para trader pemula saat mempelajari analisa teknikal. Pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan hal-hal dasar yang perlu diketahui tentang hal yang berkaitan dengan konsep titik support dan resistance. Titik Resistance Bagi seorang trader yang sudah lama berkecimpung dalam dunia trading pastinya sudah pernah mendapati kondisi dimana harga susah bergerak menembus level-level tertentu. Sebagai contoh, pada suatu periode EUR/USD susah sekali bergerak naik untuk menembus level 1.3556. Seperti yang dapat anda lihat pada chart dibawah ini, level 1.3556 bisa disebut sebagai titik resistance yang dapat anda bayangkan sebagai suatu “atap” untuk mencegah harga bergerak naik melewatinya. Titik Support Sedangkan pada sisi lainnya ...